Selasa, 28 Maret 2017

Unsur Fosfor (P)



Fosfor berupa berbagai jenis senyawa logam transisi atau senyawa tanah langka seperti zink sulfida (ZnS) yang ditambah tembaga atau perak, dan zink silikat (Zn2SiO4)yang dicampur dengan mangan. Kegunaan fosfor yang paling umum ialah pada ragaan tabung sinar katoda (CRT) dan lampu pendar, sementara fosfor dapat ditemukan pula pada berbagai jenis mainan yang dapat berpendar dalam gelap (glow in the dark). Fosfor pada tabung sinar katoda mulai dibakukan pada sekitar Perang Dunia II dan diberi lambang huruf "P" yang diikuti dengan sebuah angka.
Fosfor adalah zat yang dapat berpendar karena mengalami fosforesens, unsur kimia yang memiliki lambang P dengan nomor atom 15. Fosfor berupa nonlogam, bervalensi banyak, termasuk golongan nitrogen, banyak ditemui dalam batuan fosfat anorganik dan dalam semua sel hidup tetapi tidak pernah ditemui dalam bentuk unsur bebasnya. Fosfor amatlah reaktif, memancarkan pendar cahaya yang lemah ketika bergabung dengan oksigen, ditemukan dalam berbagai bentuk, Fosfor berupa berbagai jenis senyawa logam transisi atau senyawa tanah langka seperti zink sulfida (ZnS) yang ditambah tembaga atau perak, dan zink silikat (Zn2SiO4) yang dicampur dengan mangan. Unsur kimia fosforus dapat mengeluarkan cahaya dalam keadaan tertentu, tetapi fenomena ini bukan fosforesens, melainkan kemiluminesens. Fosfor  merupakan unsur penting dalam  makhluk hidup.
Karakteristik dan Sifat Fosfor :
a)      Simbol: P
b)      Nomor atom: 15
c)      Berat atom: 30,97376
d)     Klasifikasi: bukan logam
e)      Fase pada Suhu Kamar: Padat
f)       Berat jenis: putih: 1,823 gram per cm3
g)      Titik leleh: putih: 44,1 ° C, 111 ° F
h)      Titik didih: putih: 280 ° C, 536 ° F
i)        Jenis       : Unsur Non Logam
j)        Periode  : 3
k)      Golongan           : VII A
Fosfor adalah unsur yang sangat reaktif dan, tidak pernah ditemukan di Bumi sebagai elemen bebas. Fosfor datang dalam berbagai alotrop (struktur kristal yang berbeda) termasuk putih, merah, ungu, dan fosfor hitam. Dua bentuk utama dari fosfor adalah putih dan merah.
-          Fosfor putih sangat reaktif dan tidak stabil. Fosfor putih kekuningan dan sangat mudah terbakar. Fosfor ini spontan akan menyala ketika terjadi kontak dengan udara. Fosfor putih bersinar dalam gelap dan juga sangat beracun.
-          Fosfor merah umumnya lebih stabil daripada fosfor putih. Hal ini juga kurang beracun dan tidak spontan menyulut ketika terjadi kontak dengan udara. Fosfor merah dibuat dengan memanaskan fosfor putih.
Dimana fosfor yang ditemukan di Bumi?
Fosfor tidak ditemukan dalam bentuk unsur murni di Bumi, tetapi ditemukan dalam banyak mineral yang disebut fosfat. Kebanyakan fosfor yang dijual diproduksi oleh pertambangan dan pemanasan kalsium fosfat. Fosfor adalah elemen kesebelas yang paling melimpah di kerak bumi. Fosfor juga ditemukan dalam tubuh manusia. Ini adalah unsur keenam yang paling berlimpah dalam tubuh manusia.
Bagaimana fosfor digunakan?
Penggunaan utama dari fosfor dalam industri untuk pembuatan pupuk. Hal ini karena fosfor merupakan elemen kunci dalam pertumbuhan tanaman. Fosfor merah digunakan dalam pembuatan pestisida dan korek api. Aplikasi lain untuk fosfor termasuk baking powder, perunggu paduan fosfor, pemadam api, dan LED (dioda).
Fosfor merupakan elemen penting dalam fungsi tubuh manusia dan sangat penting bagi kehidupan. Hal ini digunakan dalam molekul DNA dan merupakan bahan utama dalam tulang dan gigi. Kita mendapatkan fosfor dari makanan seperti kacang-kacangan, biji-bijian, telur, ikan, susu, dan ayam.
Bagaimana Fosfor ditemukan?
Fosfor ditemukan oleh ahli kimia Jerman Hennig Brandt pada tahun 1669. Ia berharap untuk membuat zat legendaris yang disebut batu filsuf. Dia sengaja menemukan fosfor saat melakukan percobaan dengan air kencing.
Dari mana asal nama fosfor?
Fosfor mendapatkan namanya dari kata Yunani “Phosphoros” yang berarti “pembawa cahaya.” Henning Brandt memilih nama ini karena elemen tersebut bersinar dalam gelap.
Isotop
Satu-satunya isotop fosfor yang stabil adalah fosfor-31. Fosfor memiliki dua puluh tiga isotop diketahui.
DAFTAR PUSTAKA

Effendi, Hefni. 2003. Telaah Kualitas Air. Yogyakarta : Kanisius

Hutagalung, Horas P, Deddy Setiapermana, dan Hadi Riyono. 1997. Metode Analisis Air Laut, Sedimen,    dan Biota. Jakarta : Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia.

Sanusi, Harpasis. 2006. KIMIA LAUT Proses Fisik Kimia dan Interaksinya dengan Lingkungan. Institut Pertanian Bogor : Departemen Ilmu dan Teknologi Kelautan
             
http://www.m.suaramerdeka.com/bomfosfor,pemusnah yang sadis
        
http://
www.katakita.com

0 komentar:

Posting Komentar