Kamis, 05 Mei 2016

Business Plan Ayam Skripsi

1.      Executive Summary
Peningkatan jumlah penduduk Indonesia dari tahun ke tahun berdampak pada peningkatan konsumsi produk makan. Meningkatnya kesejahteraan dan tingkat kesadaran masyarakat akan pemenuhan gizi khususnya protein hewani juga turut meningkatkan angka permintaan produk makan. Daging banyak dimanfaatkan oleh masyarakat karena mempunyai rasa yang enak dan kandungan gizi yang tinggi. Salah satu sumber daging yang paling banyak dimanfaatkan oleh masyarakat Indonesia adalah ayam.
Ayam merupakan makanan mengandung protein yang bisa dijadikan sebagai lauk. Ayam juga sangat disukai oleh banyak orang dan bisa ditemukan di rumah makan. Maka untuk prospek pengembangan usaha ini sangat menjanjikan.
Pada pengembangan ayam ini, ada sedikit pengembangan yang berbeda dari konsep ayam sebelumnya. Konsep pengembangannya yaitu membuat konsep nama yang menarik dari berbagai ayam yang ditawarkan dengan nama ayam skripsi.
Adapun hal-hal yang ditawarkan untuk membedakan antara ayam skripsi dengan ayam yang lain pada umumnya adalah:
a.       Nama varian menu yang menyerupai tema tugas akhir
b.      Tempat dan prosedur pemesanan seperti prosedur perkuliahan
c.     Ayam renyah dari rempah pilihan tanpa bahan berbahaya dan menjadi ayam kremes yang gurih.

2.      Company Profile
a.      Bisnis Description
      Ayam skripsi ini merupakan konsep bisnis dibidang kuliner yang menyajikan ayam yang renyah, sehat, lezat dan bergizi. Karena bahannya yang mengandung campuran seperti lada, garam, dan bumbu alami yang dicampurkan ke dalam tepung. Untuk menghasilkan ayam goreng yang bagus dan renyah maka kami melekukan 2 x Pembalutan ayam kedalam telur dan tepung. Dan juga penyajiannya yang berbeda menggunakan sesajian. Ayam goring skripsi ini direncakan akan dijual dalam bentuk kafe dan delivery order.


b.      Local Market and Compatitive Survive
Tentu pasti ada persaingan disetaiap pasar yang ada. Untuk peluang usaha ini persaingan berkaitan dengan produk usaha ayam lainnya, terutama usaha ayam yang sudah bertahan dan besar sejak dulu. Namun yang kami tawarkan selain kualitas rasa adalah pengalaman yang berbeda dibandingkan dengan tempat yang lainnya, terutama saat pelanggan menikmati produk makanan kami di restoran. Dengan dibuatnya nama menu serta konsep dekorasi restoran yang bertema tentang suasana tugas akhir di perkuliahan. Sehingga pasar utama kami yaitu adalah siswa serta mahasiswa.


c.       Product and Service

Jenis produk                : Ayam Krispi
Segmentasi Produk     : Masyarakat umum, khususnya mahasiswa.
Keunggulan               : Ayam dibalut dengan rempah alami yang dipadukansehingga menjadi bumbu sekaligus penggurih (kremes).
                         : Memberikan pengalaman kepada pelanggan tentang suasana tugas akhir perkuliahan dari segi varian menu hingga dekorasi tempat.
                                    : Menerima pesan antar.
                                    : wifi gratis               

Bahan Baku dan Cara Pembuatan Ayam Skripsi
Bahan:
a.       1 ekor ayam
b.      2 lembar daun salam
c.       1 batang sereh
d.      65 ml santan
e.      6 butir bawang merah
f.        4 butir bawang putih
g.       4 butir kemiri
h.      1/2 sendok makan ketumbar
i.         1 cm kunyit
j.        Kuah ungkep ayam (secukupnya)
k.       1 butir telur
l.         3 sendok makan tepung bumbu rahasia
m.    1 sendok makan tepung beras
n.      Segelas air matang
Alat
1 set peralatan masak:
·         Panci 
·         Baskom 
·         Spatula + saringan
·         Wajan 
·         Kompor + gas
·         Talenan
·         Pisau
·         dll
Cara membuat
1).  Santan diencerkan lagi dengan 2 gelas air dan dicampur dengan daun salam, sereh, dan bumbu yang sudah dihaluskan (bawang merah, bawang putih, kemiri, ketumbar, kunyit), dan diberi sedikit garam.
2).   Ayam dimasukkan dan diungkep hingga airnya menyusut dan ayam menjadi empuk. Tidak lupa menyisakan sedikit kuah hasil ungkepan ayam untuk langkah selanjutnya.
3).  Sisa kuah ungkep dicampur dengan sebutir telur dan 3 sendok makan tepung bumbu rahasia serta 1 sendok makan tepung beras.
4).    Adonan tersebut ditambahkan air secukupnya hingga lebih encer.
5).    Ayam yang sudah diungkep dicelupkan pada adonan kremes.
6).    Campuran ayam dan adonan kremes digoreng hingga berwarna kuning kecoklatan.
7).    Adonan kremes digoreng hingga berwarna kuning keemasan
8).    Ayam dan kremes diangkat dan sudah dapat disajikan.

Service untuk pelanggan yaitu menyajikan makanan dengan mengutamakan higenitas dan makanan ditata sedemikian rupa supaya terlihat lebih menarik.
a.      Location
Dalam merencanakan bisnis, maka perlu melakukan perencanaan tempat dimana lokasi penjualan berada. Untuk ayam skripsi akan menggunakan lokasi dekat tempat perkuliahan atau dekat sekolah karena sasaran utama dari bisnis ayam skripsi adalah mahasiswa.
b.      Contact Person
Untuk pelayanan konsumen, pemesanan, kerja sama, dan sponsorship dapat menghubungi bagian pelayanan:
Merisa (085702253435)
Adil (087839025640)

1.      Sales Marketing and Promotion
Promosi penjualan merupakan bagian penting dari sebuah proses pemasaran. Promosi sangat mempengaruhi kelancaran dan keberhasilan suatu usaha. Dengan adanya strategi penjualan, manajemen dapat mencapai tujuan yang diinginkan dan dapat meningkatkan popularitas produk kami. Kami melakukan promosi produk kami melalui berbagai media, baik itu media elektronik, media cetak, maupun promosi langsung dari mulut ke mulut dengan memaksimalkan hal-hal yang positif. Promosi melalui media elektronik dilakukan melalui radio, blog, dan jejaringan sosial seperti facebook, twitter serta instagram, karena jaringan sosial media sangat populer di kalangan anak muda terutama mahasiswa.  Promosi melalui media cetak kami lakukan dengan membuat katalog dan pamflet. Kami juga akan membuka tempat menetap nuntuk bisnis kami dengan menggunakan konsep kafe.
Produk yang dijual :

1).    Daftar Menu Pembuka
No.
Daftar Menu (PENDAHULUAN)
Harga
1.       
Tahu skripsi (Tahu goreng krispi)
Rp. 3.500,00,-
2.       
Roti ngebullll (roti bakar coklat/ keju)
Rp. 5.500,00,-
3.       
Kena Tanggung (kentang BBQ/ keju/ jagung)
Rp. 6.000,00,-
4.       
Pisang lumpur
Rp. 6.000,00,-

2).    Daftar Menu Utama
No.
Daftar Menu (ISI)
Harga
1.       
Ayam goreng skripsi ditolak (ayam kremes pedas) (sambel terasi, tomat, matang, mentah)
Rp. 10.000,00,-
2.       
Ayam goreng skripsi di acc (ayam kremes madu) (sambel terasi, tomat, matang, mentah)
3.       
Ayam goreng skripsi di revisi (ayam kremes sedang) (sambel terasi, tomat, matang, mentah)
4.       
Ayam radiasi benda hitam (ayam bakar krispi)
Rp. 11.500,00,-

3).    Daftar Menu Ekonomis
No.
Daftar Menu Akhir Bulan (ISI)
Harga
1.       
Nasi calon ayam (nasi telur, sayur)
Rp. 6000,00,-
2.       
MIEring calon ayam (mie goreng telur)
Rp. 6000,00,-
3.       
MIEring ajah (mie goreng biasa)
Rp. 4000,00,-
4.       
Nasi gak Tahu (nasi tempe, sayur/ lalap)
Rp. 5000,00,-




4).    Daftar Menu Minuman dan Penutup
No.
Daftar Menu (PENUTUP)
Harga
1.       
Buah ABSTRAK (buah – buahan)
Rp. 4.500,00,-
2.       
S krimsi (ice cream coklat/ strawberry)
Rp. 5.000,00,-
3.       
Susu Mumet (milkshake coklat/ vanilla/ strawberry)
Rp. 6.500,00,-
4.       
Blackhole (kopi hitam)
Rp. 4.500,00,-
5.       
S.T (es teh manis/ tawar)
Rp. 2.500,00,-
6.       
JerMan (es jeruk manis)
Rp. 2.500,00,-

6.      Management
Usaha ini kami dirikan dengan modal bersama. Keuntungan dan kerugiannya akan di pertanggung jawabkan bersama dengan anggota dan partner. Dalam pelaksanaan anggota dibagi dalam bidang seperti, manajemen, keuangan, pelayanan, pemasaran, produksi.
Adapun Job Descriptionnya adalah sebagai berikut:
Manajer                                        : Farros Haydar Rayhan
Bagian Keuangan                         : Puri Arya Puspita
Bagian Pelayanan                         : Adik Merisa
                                                       Adil Budi Prasetya
Bagian Pemasaran                        : Muhammad Alif Alifin
Bagian Produksi                           : Bagus Ramadhan Habibi
                                                       Najila Tihurua
                                                       Romanudhin
Dan untuk penjelasan latar belakang dari tim ini adalah:
a.         Farros Haydar Rayhan          : jiwa kepemimpinan tinggi dan sosialis.
b.         Puri Arya Puspita                  : menguasai statistik keuangan, teliti dan jujur.
c.         Bagus Ramadhan Habibi      : berpengalaman sebagai koki dan bartender.
d.        Adik Merisa                          : good looking, komunikatif dan ramah.
e.         Adil Budi Prasetya                : rajin dan menguasai tiga bahasa.
f.          Muhammad Alif Alifin         : pandai dalam mempromosikan sebuah produk.
g.         Romanudhin                         : ahli dalam pengolahan bahan baku.
h.         Najila Tihurua                       : rajin dan memiliki kecintaan terhadap kebersihan.



7.      Financial Data
Modal yang kami gunakan berasal modal bersama dan investor yaitu sebesar Rp 23.000.000 . Modal itu digunakan untuk pendirian usaha dan produksi.
Rincian rencana pendirian usaha
No
Uraian
Volume/ jumlah
Harga satuan
Jumlah
Ket.
1.
Penyewaan tempat
1 tempat
Rp. 10.000.000
Rp. 10.000.000
1 tahun
2.
Meja kursi
10 set
Rp. 400.000
Rp. 4.000.000

3.
Alat dapur
1 set
Rp. 2.000.000
Rp. 2.000.000

4.
piring
40 buah
Rp. 5.000
Rp. 200.000

5.
Sendok dan garpu
40 buah
Rp. 2.000
Rp. 80.000

6.
gelas
40 buah
Rp. 3.000
Rp. 120.000

7.
dekorasi
-
-
Rp. 1.000.000

8.
Pemasaran
-
-
Rp. 500.000

9.
inventaris
-
-
Rp. 2.000.000

10.
Biaya tak terduga
-
-
Rp. 600.000

11.
Pembelian bahan pokok
-
-
Rp. 3.000.000

JUMLAH TOTAL
Rp. 23.000.000


Rincian rencana 1x produksi (per hari)
Biaya bahan baku                                                         :Rp 700.000
Biaya bahan penolong                                                  :Rp 50.000
                                                                                 Rp 750.000
Estimasi                       : Rp 750.000/150 porsi                                   
Modal per porsi           : Rp 5.000,00
Harga jual produk       : Rp.10.000/porsi


            Proyeksi keuntungan yang diperoleh
            Penjualan : 150 bungkus x Rp 10.000,-/porsi             :Rp. 1.500.000
            Harga pokok produksi                                                :Rp. 750.000
            Laba kotor                                                                   :Rp. 750.000
            Laba bersih                                                                  :Rp. 500.000
            Biaya bulanan                                                             :Rp. 250.000
            Laba bersih 1 bulan                                                    :Rp 15.000.000


8.      Invesment
Untuk saat ini belum bekerja sama dengan investor.



Jumat, 29 April 2016

KEHANCURAN ALAM SEMESTA PERSPEKTIF ISLAM DAN SAINS (TEORI BIG CRUNCH)


BAB I
PENDAHULUAN

1.1.Latar Belakang
Dengan kemajuan ilmu dan teknologi abad ke-21, membuat para ilmuan berlomba-lomba untuk menguak seluruh fenomena yang terjadi di alam semesta ini melalui berbagai eksperimen maupun observasi.
Para fisikawan semula disibukkan dengan awal mula kejadian alam. Banyak teori yang muncul dari semua penelitian. Teori Kondensasi, Teori Steady-State, hingga Teori Dentuman Besar yang lebih dikenal dengan Teori Big Bang. Tidak ada yang bisa mengetahui kebenaran secara mutlak dari teori-teori tersebut. Akan tetapi banyak ilmuan yang mempercayai, Teori Big Bang-lah yang mendekati kebenaran ilmiah. Selanjutnya, teori mengenai berakhirnya alam ini pun juga menyedot perhatian para ilmuan. Terlebih dunia juga sempat dikejutkan dengan salah satu film yang menceritakan tentang hari berakhirnya alam ini, “Hari Kiamat”.
Kehancuran alam semesta merupakan peristiwa yang paling besar dari serangkaian fenomena alam yang pasti akan terjadi dalam sejarah kehidupan manusia dan seluruh makhluk hidup yang ada di bumi ini. Ketika fenomena alam terbesar ini terjadi, alam semesta akan kembali menyusut dan mengecil, sehingga benda-benda langit saling bertumbukan diremas oleh gaya gravitasi yang maha kuat dan akhirnya masuk kembali dalam singularitas menuju ketiadaan, Kiamat Universal[1].Hancurnya alam semesta, diiringi dengan keadaan musnahnya umat manusia yang berarti hancurnya seluruh peradaban yang telah dibangun oleh manusia selama berabad-abad lamanya. Tentu saja banyak orang-orang yang ingin mengetahui kapan dan bagaimana kiamat itu terjadi. Memang manusia tidak dapat meramalkan kapan kehancuran alam semesta akan terjadi, tetapi bagi ilmuwan ada skenario-skenario yang dapat dibuat yang menjurus pada kepunahan umat manusia. Begitu juga dengan pemakalah yang mencoba mengkaji teori kehancuran alam semesta dari perspektif Al-Qur’an dan Sains Modern (Teori Big Crunch).
Sains tidak dapat dikatakan netral, melainkan mengandung nilai-nilai yang menyusup melaui konsensus para ilmuan yang membenarkannya. Sains telah berkembang selama empat abad dalam lingkungan bangsa Eropa yang tak Islam dan selama itu pula telah mewarisi nilai-nilai tak Islami. Dasar pemikiran sains yang mereka susun membatasi sains itu sendiri sedemikian rupa sehingga ia tak dapat menerima masukan dari agama, sehingga agama dimasukkan dalam kelompok ilmu lain yaitu ilmu metafisika[2].
Tema kehancuran alam semesta perlu ditinjau dari perspektif Islam dan Sains Modern. Hal tersebut karena sains dikembangkan untuk mencari kebenaran, maka pada akhirnya ia akan bersesuaian juga dengan Al-Qur’an. Sebab ayatullah dalam jagad raya atau Al-Kaun yang diteliti oleh para saintis tidak mungkin bertentangan dengan ayatullah di dalam Al-Qur’an. Kebenaran tentang  kehancuran alam semesta yang terdapat dalam berbagai ayat-ayat Al-Qur’an adalah absolut. Sains berusaha menjelaskan secara ilmiah dari fenomena kiamat tersebut, dan untuk menguatkan informasi yang telah ada dalam Al-Qur’an.
Ahmad Khoirun Marzuki mengungkapkan perkara yang ditetapkan oleh Al-Qur’an mengenai hari kiamat tidak bertentangan dengan teori ilmu alam yang dikemukakan oleh para pakar[3]. Timbul pertanyaan, bagaimana kehancuran alam semesta dalam perspektif Al-Qur’an dan Sains? Dan apa pesan moral kiamat atau kehancuran alam semesta?
Dengan mempertimbangkan bahwa Al-Qur’an sebagai sebuah wahyu dengan kebenarannya yang bersifat absolut sehingga harus selalu ditafsirkan kembali sesuai dengan kebutuhan pada masa kini, dan sains sebagai sebuah pengetahuan yang bersifat universal sehingga perlu dibuktikan secara ilmiah, maka dipandang perlu untuk melakukan pengkajian tentang Teori Kehancuran Alam dipandang dari Al-Qur’an dan Sains Modern.
Sistematika pembahasannya meliputi: Teori Kehancuran Alam dalam Perspektif Al-Quran, Teori Kehancuran Alam menurut Sains Modern (teori Big Crunch), dan hubungan diantara Islam dan Sains.
1.2.Tujuan
1.2.1.      Mengetahui ranah integrasi-interkoneksi teori kehancuran alam semesta perspektif Al-Qur’an dan Sains modern
1.2.2.      Mengetahui model integrasi-interkoneksi teori kehancuran alam semesta perspektif Al-Qur’an dan Sains modern
1.3.Batasan Masalah
Al-Qur’an memiliki banyak ayat yang menganjurkan manusia untuk berfikir dan menggunakan akal mereka dalam mengungkapkan rahasia alam semesta[4]. Pada kesempatan ini, pemakalah membatasi sumber yang diambil dari ayat Al-Quran. Ayat Al-Quran yang digunakan adalah surat Al-Anbiya’ ayat 104. ” Pada hari kami melipat langit bagaikan melipat lembaran buku-buku”.
Kiamat atau kehancuran alam semesta merupakan fenomena tersendiri untuk para cendekiawan dan ilmuan. Salah satu cabang ilmu yang menelaah kiamat adalah sains. Dalam hal ini pemakalah membatasi kajian mengenai kehancuran alam semesta perspektif sains pada teori Big Crunch.
1.4.Manfaat
1.4.1.      Mempertebal keimanan dan ketaqwaan.
1.4.2.      Mengetahui penjelasan Al-Quran mengenai Teori Kehancuran Alam.
1.4.3.      Mengetahui penyelidikan Sains mengenai Teori Kehancuran Alam.
1.4.4.      Mengetahui hubungan pendekatan Islam dan Sains (Fisika) tentang kehancuran alam semesta.


BAB II
KAJIAN YANG RELEVAN

1.        Skripsi yang ditulis Oni Puji Astuti, (Fakultas Ushuluddin IAIN Sunan Kalijaga Yogyakarta), berjudul: Kiamat Menurut Qur’an. Skripsi ini berisi tentang Penelitian terhadap ayat-ayat Al-Qur’an tentang kiamat, sehingga tidak ada keraguan untuk tidak mempercayai adanya kiamat. sehingga umat Muslim lebih Istiqomah dalam menjalani kehidupan sehari-hari. Ayat- ayat di dalam Al-Qur’an di kaji secara mendetail tentang peristiwa kiamat. Perbedaannya dengan makalah penulis adalah bahwa dalam skripsi ini tidak membahas tentang kiamat tersebut dari perspektif sains, sehingga yang membaca skripsi ini khususnya kaum Muslim tidak mempunyai argumen untuk menyangkal hal yang dikemukakan oleh ilmuan non Muslim yang tidak sejalan dengan Al-Qur’an. Sedangkan dalam makalah penulis, membahas teori kehancuran alam dalam dua perspektif, yaitu dari Al-Qur’an dan Sains.
2.        Skripsi yang ditulis oleh Efa Ida Amaliyah, (jurusan Tadris Pendidikan Fisika, Fakultas Tarbiyah UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta), berjudul: Kehancuran Alam semesta dalam Al-Quran (Perspektif Kosmologi). Skripsi ini berisi tentang kehancuran alam semesta dalam Al-Qur’an perspektif kosmologi. Pada skripsi ini membahas kehancuran alam dari segi sains secara global dengan mengambil berbagai macam teori seperti Big Crunch, Big Chill dan Big Rip. Hail itu berbeda dengan makalah penulis yang lebih mengkhususkan pada teori Big Crunch.
3.        Karya Tulis Ilimiah yang ditulis oleh Susanti Rahayu, (jurusan Pendidikan Fisika, Fakultas Sains dan tekonologi UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta), berjudul: Teori Kehancuran Alam menurut Islam dan Sains (Fisika). Karya Tulis Ilmiah ini bersisi tentang teori kehancuran alam ditinjau lebih umum yaitu dari Islam. Sehingga rujukannya tidak hanya dari Al-Qur’an melainkan mengambil juga dari Hadits, hal tersebut yang membedakan dengan makalah penulis. Pemakalah hanya mengambil teori dari satu ayat Al-Qur’an yaitu surat al-Anbiya’ ayat 104. Selain itu, dalam perspektif sains, karya ilmiah ini mengambil beberapa teori kehancuran alam, sedangkan pemakalah hanya ditinjau dari satu teori, yaitu teori Big Crunch.


BAB III
KEHANCURAN ALAM PERSPEKTIF AL-QUR’AN
Teori kehancuran semakin berkembang seiring dengan adanya beragam isu mengenai kapan tepatnya kehancuran alam terjadi. Dalam kehidupan masyarakat hari kehancuran alam lebih dikenal dengan Hari Kiamat. Setelah masa yang semakin berlalu, keadaan yang menandakan akan dekatnya zaman menuju kehancuran semakin digali. Bahkan telah banyak ilmuan menemukan beberapa fenomena alam yang dapat menjelaskan kebenaran Al-Quran dan hadis mengenai tanda datangnya Hari Kehancuran Alam.
Tidak bisa dipungkiri, rahasia Hari Kiamat hanya Allah SWT yang tahu, Dialah yang mengetahui segala sesuatu. Ketika Komet Levi-Schumacher masuk ke dalam daerah Tata Surya dan tertangkap oleh Yupiter, banyak komentar yang diberikan oleh para astronom. Mereka mengatakan, apabila komet itu lolos, maka akan menghantam Bumi dan kehidupan  di Bumi akan lenyap[5].
Didalam Al-Quran sendiri, terdapat beberapa tanda-tanda Hari Kehancuran salah satunya seperti dalam surat Al-Anbiyaa’ ayat 104
يَوْمَ نَطْوِي السَّمَاءَ كَطَيِّ السِّجِلِّ لِلْكُتُبِ ۚ كَمَا بَدَأْنَا أَوَّلَ خَلْقٍ نُعِيدُهُ ۚ وَعْدًا عَلَيْنَا ۚ إِنَّا كُنَّا فَاعِلِينَ
Artinya: “Pada hari Kami melipat langit bagaikan melipat lembaran buku-buku. Sebagaimana Kami telah memulai penciptaan pertama Kami akan mengulanginya. Suatu janji atas diri Kami sesungguhnya Kami-lah yang akan melaksanakannya.”
Ketakutan yang besar dan terbesar itu, mulai terjadi pada hari Kami melipat langit dengan sangat mudah bagaikan melipat lembaran buku-buku atau kertas. Ketika itulah bermula proses perhitungan dan pembalasan. Hal itu sangat gampang Kami lakukan-walaupun makhluk telah mati dan punah, karena sebagaimana Kami telah memulai penciptaan pertama dari ketiadaan menjadi ada, begitulah Kami akan mengulanginya. Itulah suatu janji atas diri Kami, yakni yang pasti Kami tepati atas kehendak Kami sendiri bukan karena terpaksa; sesungguhnya Kami-lah yang kan melaksanakannya. Demikian juga halnya dengan langit bila ditutup atas kuasa Allah Swt. “semua langit dilipat dengan tangan kanan-Nya” (QS. Az-Zumar: 97), dalam arti semua langit hilang dari pandangan dan pengetahuan siapapun kecuali Allah Swt. dan siapa yang dikehendaki-Nya[6].
Pengetahuan tentang hari kehancuran, hanya Allah yang mengetahuinya. Manusia hanya diberi ilmu sedikit[7]. Al-Qur’an hanya memberikan beberapa isyarat tentang hari kehancuran alam semesta ini. Belum tentu sebagai suatu rangkian mekanisme yang pernah terjadi atau dapat diprakirakan oleh sains saat ini. Tetapi mengkaji kemungkinan secara ilmiah, diharapkan memerkuat keyakinan kita akan kepastian hari kehancuran.
Menurut teori evolusi bintang, matahari akan membesar menjadi bintang raksasa, merah menjelang kematiaanya. Pada saat itu matahari bersinar sedemikian terangnya hingga lautan akan mendidih dan kering, batuan akan meleleh, dan kehidupan pun akan punah. Kemudian matahari akan terus bertambah besar hingga planet-planet disekitarnya, merkurius, venus, bumi dan bulan serta mars, masuk ke dalam bola gas matahari. Barangkali kejadian inilah yang diisyaratkan dalam Al-Qur’an Surat al-Qiyamah ayat 7-9 sebagai “bersatunya matahari dan bulan”. Kita tidak bisa bicara tentang rentang waktu tibanya peristiwa ini sampai akhirnya kehancuran ntotal alam semesta. Karena, walaupun secara teoritik dapat diperkirakan kapan matahari akan menjadi bintang raksasa merah, sekitar 5 milyar tahun lagi, tetapi kepastian tentang saat kehancuran hanya Allah yang tahu.[8]
Jatuhnya pecahan komet berdiameter sekitar 100 meter di Tunguska (Siberia Utara) menumbangkan hutan dengan radius 25 km, dan ledakannya terdengar sejauh 800 km. ini contoh kerusakan akibat tumbukan benda langit[9]. Kehancuran total nampaknya bermula dari berkontraksinya alam semesta. Kontraksi atau pengerutan alam semesta yang digambarkan dalam model alam semesta yang digambarkan dalam model alam semesta “tertutup” mirip dengan gambaran Al-Qur’an tentang hari kehancuran semesta. “Apabila matahari digulung dan apabila bintang-bintang berjatuhan” (at-Takwir: 1-2). Mungkin ini menggambarkan ketika alam semesta mulai mengerut. Ketika itulah galaksi-galaksi mulai saling mendekat dan bintang-bintang, termasuk tata surya, saling bertumbukan, atau ‘jatuh’ satu menimpa yang lain. Alam semesta makin mengecil ukurannya. Dan akhirnya semua materi di alam semesta akan runtuh kembali menjadi satu kesatuan seperti pada awal penciptaannya. Inilah yang disebut Big Crunch (keruntuhan besar) sebagai kebalikan dari Big Bang, ledakan besar saat penciptaan alam semesta. Kejadian inilah yang digambarkan oleh Allah SWT dalam Surat al-Ambiya’ ayat 104 dengan mengumpamakan pengerutan alam semesta seperti makin mampatnya lembaran kertas yang digulung.


BAB IV
KEHANCURAN ALAM PERSPEKTIF SAINS MODERN
(TEORI BIG CRUNCH)

Big Crunch menyatakan alam semesta akan terus berkembang hingga titik maksimal, kemudian setelah mencapai titik maksimal maka alam semesta akan mengalami kompresi atau mengecil dan akhirnya kembali menjadi titik[10].
Untuk menentukan nasib mana yang menunggu alam semesta, kita perlu lebih mengerti secara menyeluruh faktor apa yang menyebabkan mengembang dan mengempis. Tapi sebelum kita mempelajari lebih dalam, analogi sederhana mungkin dapat membantu. Andaikan anda melempar sebuah batu ke udara. Selama sebuah batu tersebut naik, gravitasi bumi akan melambatkan kenaikan batu dan pada akhirnya menghentikan gerak batu sehingga batu jatuh kembali ke bumi. Di sisi lain, jika anda dapat melemparkan batu lebih cepat daripada the earth’s escape velocity , batu akan naik selamanya. Sifat pergerakan batu tergantung pada kekuatan gravitasi dan impuls keatas yang diberikan kepada batu. Hal yang sama berlaku untuk pengembangan alam semesta.
Tidak lama dari waktu kelahiran alam semesta, beberapa proses memulai pengembangan alam semesta. Sejak saat itu gaya-gaya gravitasi antar galaksi dan semua muatan-muatan alam semesta yang lain memperlambat ekspansi. Jika gaya gravitasi alam semesta cukup lemah, atau jika impuls atau daya dorong awal ekspansi cukup kuat, kita dapat perkirakan alam semesta akan mengembang selamanya. Dan sebaliknya. Untuk mengukur kekuatan relatif dari efek-efek ini terhadap alam semesta, kita dapat membandingkan energi gravitasi yang mempertahankan posisi galaksi satu dengan yang lain dengan energi ekspansinya.
Untuk melihat seberapa kuat efek dari gravitasi, para ahli astronomi menggunakan hukum gravitasi Newton, yang dimodifikasi untuk menghitung teori relativitas. Yang akhirnya menyatakan bahwa jauh lebih mudah untuk bekerja dengan rapat massa alam semesta (jumlah massa yang dikandung menghasilkan volume). Alasannya adalah sederhana: para ahli astronomi dapat mengukur rapat massa alam semesta tapi tidak bisa mengukur secara langsung massanya. Untuk mengukur massanya, kita akan harus mengobservasi seluruh alam semesta. Untuk mengukur rapat massanya, kita hanya perlu mengukur massa dalam luasan tertentu, yang mewakili volume kosmos.
4.1. Rapat Massa Alam Semesta
Untuk mengukur rapat massa alam semesta, para ahli astronomi memilih sebuah volume dari alam semesta dan menghitung galaksi yang ada didalamnya. Selanjutnya kita mengukur massa setiap galaksi, tambahkan massa-massanya, dan bagi dengan volumenya. Sebagai contoh, untuk mengukur rapat massa disuatu lokasi, para ahli astronomi memilih Local Group, yang tersusun atas tiga galaksi besar dan sekitar dua dozen yang kecil. Massa total gas dan bintang di Local Group diperkirakan menjadi sekitar 1012 massa matahari, yang dapat kita ubah menjadi kilogram. Selanjutnya, massa dibagi dengan volume Local Group, yang diasumsikan sebagai sebuah bola dengan radius adalah jarak dari pusat Local Group ke kelompok galaksi yang terdekat selanjutnya, sekitar 3 Mpc (bisa diubah ke meter) jauhnya. Menggunakan rumus volume bola menghasilkan volume Local Group. Pembagian massa dengan volume ini menghasilkan rapat massa.
Disekitar Local Group adalah lingkungan suatu materi yang lebih beraneka ragam daripada rata-rata. Untuk mendapatkan sample yang lebih mewakili, kita harus melihat pada daerah yang lebih luas yang mencakup baik gugusan-gugusan maupun ruang-ruang kosong, dan kita harus memasukkan gas antar galaksi, terutama pada gugusan-gugusan. Sebuah perhitungan yang mirip untuk volume yang lebih besar dari galaksi ini dihasilkan sebuah nilai yang sedikit lebih kecil sekitar kilogram per liter atau, rata-rata, secara kasar 2 atom hidrogen per 10 meter kubik. Rapat massa yang rendah ini memeberikan beberapa indikasi seberapa tipis rapat massa alam semesta saat ini.
Untuk menentukan apakah alam semesta akan berkembang selamanya atau mengempis, para ahli astronomi membandingkan observasi rapat massa ini dengan rapat massa kritis yang dihitung secara teori, yang ditulis dengan huruf rho . Jika rapat massa sebenarnya lebih besar daripada rapat massa kritis, alam semesta akan mengempis; jika lebih kecil, alam semesta akan mengembang selamanya. Kita dapat menghitung rapat massa kritis dengan membandingkan energi potensial gravitasi pada sebuah volume dengan energi kinetik ekspansi pada volume yang sama. Pada rapat massa kritis, kedua energi bernilai sama.     
Energi potensial gravitasi tergantung pada rapat massa dan konstanta gravitasi Newton, dimana enegri kinetik tergantung pada kecepatan ekspansi kuadrat. Para ahli astronomi menggunakan besaran yang disebut omega untuk mengindikasikan seberapa dekat rapat massa yang diamati terhadap rapat massa kritis. Untuk jumlah materi dalam alam semesta, ahli kosmologi menentukan sebagai nilai dari rapat massa yang sesungguhnya dibagi dengan rapat massa kritis: Big Bang terjadi kurang dari 10 milyar tahun yang lalu. Hal ini dikarenakan pengurangan kecepatan alam semesta yang pada awalnya mengembang dengan cepat, jadi dapat mencapai ukuran yang besar lebih cepat daripada alam, kemampuan alam semesta untuk mempertahankan laju tetap ekspansi yang lebih lambat. Umur untuk alam semesta dibawah 10 milyar tahun adalah masalah utama, karena terdapat gugusan berbentuk bola yang diperkirakan berumur 12-13 tahun dan tidak mungkin didalam alam semesta dapat menjadi lebih tua daripada alam semesta itu sendiri.
4.2. Ditemukannya Supernova Tipe Ia
Untuk mengembangkan prediksi mengenai nasib akhir alam semesta, para ahli kosmologi telah mengembangkan perngertian yang berbeda menguji bagaimana alam semesta mengembang. Selain mengukur laju terkini dari ekspansi dan rapat massa alam semesta, cara lain adalah melihat pada sejarah ekspansi. sejarah ekspansi yang diilustrasikan menunjukkan tiga model dari sejarah ekspansi antara Big Bang dan massa kini. Meskipun tiga model berbeda dalam memprediksikan umur alam semesta, hal ini sangat sulit untuk mengukur secara langsung. Kita malah dapat mencari perbedaan antara model pada perbedaan redshifts atau pergeseran yang terjadi ketika cahaya datang dari objek dilihat secara proporsional meningkat pada panjang gelombang, atau bergeser ke ujung merah spektrum. Obervasi supernova memungkinkan kita melakukan beberapa pengukuran, meskipun hal tersebut sering menemui kesulitan untuk memperoleh untuk beberapa galaksi yang jauh. Pada tahun 1990an, dengan menggunakan Hubble Space Telescope, para ahli astronomi memiliki kemungkinan untuk ledakan-ledakan supernova pada beberapa galaksi yang jauh. Terutama mereka telah mendeteksi supernova tipe Ia, yang dihasilkan dari ledakan white dwarfs.
4.3. Energi Gelap
Alam semesta beserta materi gelap akan mempercepat lebih cepat di masa depan. Pembahasan kita mengenai alam semesta saat ini didasarkan pada asumsi bahwa ekspansi disebabkan hanya oleh gravitasi materi didalamnya. Hal ini sebenarnya muncul menjadi sebuah penjelasan yang baik tentang bagaimana alam semesta mengembang, tetapi tarikan gravitasi hanya dapat semakin melemahkan ekspansi, dan hal ini bukan hasil yang ditunjukkan oleh supernova.
Penjelasan terbaik saat ini dari hasil yang kuat ini datang dari usaha awal Einstein untuk mengembangkan teori relitivitas umum. Einstein mengembangkan persamaan-persamaan untuk menjelaskan bagaimana materi dan energy curve space dan pembentukan gaya gravitasi. Ketika dia memecahkan beberapa persamaan, dia meletakkan bersamaan untuk mendeskripsikan grativitas, solusi matematisnya memungkinkan sebuah bentuk tambahan. Bentuk ini disebut tetapan kosmologis karena matematika relativitas umum mengusulkan bahwa hal tersebut seharusnya sama dimanapun dan sepanjang waktu.
Sebuah cara penjelasan tetapan kosmologis adalah sebagai sebuah energi yang mengisi sebuah ruang.energi ini tidak seperti energi-energi yang familiar untuk kita. Tetap konstan dimana pun, tetap ada bahkan ketika tidak ada apapun kecuali ruang, dan tidak berubah menipis seiring dengan ruang yang mengembang. Hal ini berbeda dengan bagaimana sifat materi dan energi elektromagnetik yang menyebar dan menjadi semakin tipis seiring dengan alam semesta yang mengembang.
Tidak ada pengukuran pada massa Einstein untuk menentukan nilai dari tetapan kosmologis. Bagaimanapun juga, jika tetapan kosmologis adalah nol, meniadakan pengaruh gravitasi. Level tetap dari energi dimanapun menciptakan sebuah jenis tolakan kosmik, memicu ruang untuk berekspansi lebih cepat. Para ahli astronomi telah memberikan nama deskriptif tetapan kosmologis energi gelap karena merupakan pendamping materi gelap.
Sebenarnya, Einstein telah mengembangkan relatifitas umum sebelum Hubble menemukan ekspansi alam semesta, dan pada waktu itu alam semesta telah sedikit tetap statis daripada berekspansi atau berkontraksi. Relativitas umum memperkirakan bahwa alam semesta seharusnya bergerak, jadi Einstein mengusulkan bahwa tetapan kosmologis kemungkinan menjadi cukup besar dan menyeimbangkan tarikan gravitasi, membuat alam semesta statis/diam. Kemudian, dalam beberapa tahun sejak Usulan Einstein tentang tetapan kosmologi, para ahli astronomi menemukan bahwa alam semesta pada faktanya mengembang, dan Einstein menyimpulkan dia seharusnya menetapkan tetapan kosmologis sama dengan nol seterusnya. Dia menyebutnya “greatest blunder” karena dia kemungkinan memiliki perkiraan sebenarnya mengenai ekspansi alam semesta untuk memasukkan kedalam daftar penemuannya yang luar biasa. Sejak saat itu, para ahli kosmologi mencatat kemungkinan dari tetapan kosmologis, tapi berdekade-dekade sebagian besar mengasumsikan bahwa konstanta kosmologis bernilai nol. Sementara itu, walaupun, energi gelap akan tetap konstan, sehingga efek tolakannya mulai menjadi pengaruh yang kuat untuk mempercepat alam semesta. Alam semesta telah meneruskan kecepatan selanjutnya, jika kita memperhitungkan ke masa depan, alam semesta seharusnya berekspansi semakin cepat dan cepat.
Jika model ini benar dan merupakan teori yang paling baik berimplikasi bahwa alam semesta akan menghentikan dirinya sendiri. ruang akan berekspansi semakin cepat dan cepat sampai materi pada saat ini saling berdekatan bersama banyak sekali dengan ekspansi ruang yang cepat. Ini adalah alternatif nasib dimana alam semesta tidak berekspansi selamanya: berekspansi sangat cepat dimana setiap bagian dari alam semesta pada akhirnya tertarik terpisah dari setiap bagian lainnya pada kecepatan yang menjadi semakin cepat yang mana semuanya musnah dari penglihatan masing-masing.

BAB V
PEMBAHASAN

5.1.Ranah Integrasi-Interkoneksi teori Kehancuran Alam Semesta
5.1.1.      Ranah Epistimologi teori Kehancuran Alam Semesta dalam QS. Al-Anbiyaa’ ayat 104 dan Teori Big Crunch
Pada hari Kami melipat langit bagaikan melipat lembaran buku-buku. Sebagaimana Kami telah memulai penciptaan pertama Kami akan mengulanginya. Suatu janji atas diri Kami sesungguhnya Kami-lah yang akan melaksanakannya.”
Ayat diatas menyatakan bahwa langit akan digulung seperti lembaran-lembaran kertas dalam hal ini langit akan berubah bentuk dari luar menjadi sempit. Alam semesta pada teori Big Crunch diprediksi tidak akan berekspansi secara terus menerus. Menurut rapat massa alam semesta, suatu saat nanti gaya gravitasi antar galaksi yang mempengaruhi ekspansi akan melemah. Dan secara langsung akan memperlambat laju ekspansi. Sebagaimana dinyatakan pada teori Big Crunch, dimana bukan hanya gaya gravitasi yang mempengaruhi ekspansi alam semesta. Namun awal mula terjadinya ekpansi  itu sendiri juga sangat berpengaruh atas kelangsungan ekspansi alam semesta ini. Sebuah proses ekspansi alam semesta pada awalnya tentu menghasilkan ukuran alam semesta yang berbeda dengan sekarang. Ukuran alam semesta pada awal ekspansi menentukan kecepatan ekspansi pada waktu itu. Dan didapatkan bahwa laju ekspansi pada masa yang lalu lebih lambat daripada masa kini. Hal tersebut juga ditemukan ketika dilakukan observasi terhadap supernova jenis Ia.
Selain gaya gravitasi didalam materi penyusun alam semesta, terdapat beberapa energi yang mempengaruhi ekspansi alam semesta yaitu energi gelap. Yang sifatnya sebanding dengan dorongan awal sebuah titik sumber ekspansi. Energi gelap ini terdapat dalam alam semesta dalam berkaitan erat dengan materi gelap. Sifat energi gelap ini memicu laju ekspansi.
Teori ini telah dibuktikan dengan hasil pengamatan Hubble Space Telscope yang mengobservasi supernova-supernova bahkan yang jauh sekalipun.
Ranah epistimologi yang digunakan dalam pembahasan ini menggunakan metode informatif- konfirmatif/klarifikatif yaitu sains memberikan penjelasan yang lebih khusus terhadap pernyataan pada Al-Qur’an.
5.1.2.      Ranah Aksiologi Teori Kehancuran Alam Semesta
Semangat Al-Qur’an, menurut Fazlur Rahman adalah semangat moral[11]. Bahkan tujuan Nabi diutus ke bumi untuk menyempurnakan moral. Oleh karena itu, setiap upaya penafsiran Al-Qur’an tidak dapat melepaskan diri dari pesan dan moral. Demikian halnya dengan ayat Al-Qur’an yang mebahas tentang kehancuran alam. Ada beberapa pesan moral kehancuran alam semesta
1.      Mengubah pandangan hidup dunia materialistik menjadi seimbang antara dunia akhirat
Adanya kehidupan akhirat, menurut  Qur’an adalah sangat penting karena berbagai alasan. Pertama, moral dan keadilan, menurut Al-Qur’an adalah kualitas untuk menilai amal perbuatan manusia karena keadilan tidak dapat dijamin berdasarkan apa yang terjadi di dunia. Kedua, tujuan-tujuan hidup harus dijelaskan dengan seterang-terangnya, sehingga manusia dapat melihat apa yang telah diperjuangkan. Ketiga, pembantahan dan perbedaan pendapat dan konflik di antara orientasi-orientasi manusia harus diselesaikan
2.      Mendorong manusia berfikir Positif
Pesan moral kehancuran alam (kiamat) adalah untuk mendorong manusia beraktifitas yang positif (amal sholeh). Pengetahuan sains telah menyebutkan bahwa kehancuran alam pasti akan terjadi. Dalam Al-Qur’an, berbagai ayat mengajarkan akan keyakinan akan adanya hari pembalasan mengantarkan manusia untuk melakukan berbagai amal sholeh dalam kehidupannya.
3.      Menumbuhkan rasa tanggung jawab
Amir Nuruddin mengutip pendapat A. Mukti Ali bahwa semangat poko dalam Al-Qur’an adalah untuk me]nanamkan ke dalam jiwa kesadaran tentang tanggung jawab.
4.      Pembenahan Diri Seawal Mungkin
Sains tidak apat dikatakan netral, melainkan mengandung nilai-nilai yang menyusup melalui para pakar yang mengembangkannya. Umat islam harus menekankan kepada umat muslim terutama peserta didik bahwa sains didasarkan pada eksperimental dan observasi terhadap alam yang tampak ini dan tidak mempunyai sekelumit pun pengetahuan tentang alam gaib. Kita harus menegaskan bahwa ekstrapolasi sains sampai pada periode penciptaan alam semesta tidak dijamin kebenarannya karena para pakar sendiri tidak tahu apa yang terjadi sebelum apa yang mereka namakan waktu Planck; yaitu seper-sepuluh-juta-triliun-triliun sekon sesudah penciptaan. Dan umat islam harus menjelaskan bahwa sains berkembang melalui berbagai tahapan. Pada tahapan-tahapan tertentu mungkin saja dalam sains tidak sesuai, atau bahkan saling bertentangan dengan isli Al-Qur’an. Akan tetapi karena sains dikembangkan untuk mencari kebenaran, maka pada akhirnya akan bersesuaian dengan Al-Qur’an[12].
5.2.Model Integrasi-Interkoneksi Teori Kehancuran Alam Semesta
5.2.1.      Model Informatif Teori Kehancuran Alam Semesta
Pembahasan mengenai kehancuran alam semesta dalam sudut pandang Islam dan sains menunjukkan adanya kesamaan. Ilmu Islam (Al-Qur’an) memberikan informasi kepada ilmu sains dan teknologi bahwa alam semesta akan mengerut dan mengalami kehancuran. Dalam surat Al-Anbiyaa’ ayat 104 “ Pada hari Kami melipat langit bagaikan melipat lembaran buku-buku.” Secara tersurat menjelaskan bagaimana proses terjadinya hari akhir atau kehancuran dari alam semesta. Demikian juga dalam sains yang menjelaskan proses kehancuran alam semesta yang serupa. Menurut Teori Big Crunch, alam semesta akan berhenti berekspansi dan menyusut menjadi sebuah titik. Dengan demikian, displin ilmu Islam memberikan informasi kepada disiplin ilmu sains.
5.2.2.      Model Konfirmatif / Klarifikatif teori Kehancuran Alam Semesta
Al-Quran dalam surat Al-Anbiyaa’ ayat 104 yang menjelaskan “ Pada hari Kami melipat langit bagaikan melipat lembaran buku-buku. Sebagaimana Kami telah memulai penciptaan pertama Kami akan mengulanginya. Suatu janji atas diri Kami sesungguhnya Kami-lah yang akan melaksanakannya.” Ayat tersebut menerangkan bahwa bumi yang dihuni oleh manusia dan makhluk lainnya akan mengalami kehancuran. Agama islam menyebutnya dengan hari kiamat, seperti yang termuat pada rukun iman yang ke-6, yaitu iman kepada hari akhir. Fenomena kehancuran alam semesta yang telah dijelaskan oleh Al-Qur’an kemudian dipertegas oleh ilmu sains dan teknologi yaitu Teori Big Crunch. Dengan demikian, para ilmuan telah membuktikan QS. Al-Anbiyaa’ ayat 104  secara ilmiah yaitu dengan Teori Big Crunch.


BAB VI
PENUTUP
 Kesimpulan
1.      Ranah Integrasi-Interkoneksi pada pembahasan kehancuran alam semesta adalah epistemologi-epistemologi dan aksiologi-aksiologi.
QS. al-Anbiyaa’:104  menyatakan bahwa langit akan digulung seperti lembaran-lembaran kertas dalam hal ini langit akan berubah bentuk dari luar menjadi sempit. Alam semesta pada teori Big Crunch diprediksi akan mengembang sampai titik maksimal lalu mengecil menjadi satu titik.
2.      Model Integrasi-Interkoneksi pada pembahasan kehancuran alam semesta adalah informatif-konfirmatif/klarifikatif.
Ilmu Islam (Al-Qur’an) memberikan informasi kepada ilmu sains (teori Big Crunch) tentang kehancuran alam semesta. Informasi tentang kehancuran alam semesta dalam Al-Qur’an dipertegas oleh ilmu sains (Teori Big Crunch)
Saran
Diharapkan kepada para pembaca untuk meneliti kehancuran alam atau mimata dengan pendekatan ilmu pengetahuan. Dengan pendekatan itu, diharapkan kiamata dapat dijelaskan secara lebih rasional dengan menggunakan berbagai teori-teori dan penemuan-penemuan ilmu pengetahuan yang modern dengan masih berpijak pada Al-Qur’an sebagai petunjuk manusia. Sehingga antara Al-Qur’an dan ilmu pengetahuan akan saling melengkapi dengan menghilangkan dikotomi di antara keduanya. Oleh karena itu, bagi para ilmuwan dan umat islam pada umumnya serta pemakalah pada khususnya, dapatlah mengembangkan diri dan bangkit serta kembali menguasai ilmu pengetahuan, sesuai dengan dispilin ilmu yang dikuasai atau diketahui.


             DAFTAR PUSTAKA

Baiquni, Achmad.1997. Al-Qur’an dan Ilmu Pengetahuan Kealaman. Yogyakarta: Dana Bhakti Prima Yasa.
Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur’an Badan Litbang dan Diklat Kementrian Agama RI. 2010. Penciptaan Jagat Raya dalam Perspektif Al-Qur’an dan Sains. Jakarta: Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur’an.
Marzuki, A. Khoirun. 1997. Kiamat: Surga dan Neraka.Yogyakarta: Mitra Pustaka.
Rahman, Fazlur. 1994.  Islam, terj. Ahsin Muhamad. Bandung: Pustaka.
Schneider, Stephen Ewing. 2007. Pathways To Astronomy. New York: The McGraw-Hill Companies, Inc.
Shihab, M. Quraish. 2002. Tafsir Al-Misbah: Pesan, Kesan dan Keserasian Al-Qur’an. Jakarta: Lantera Hati.
Sulaiman, Ahmad Mahmud. 2001. Tuhan dan Sains. Jakarta: PT. Serambi Ilmu Semesta.





[1] Achmad Baichuni,  Al-Quran dan Ilmu Pengetahuan Kealaman (Yogyakarta : PT. Dana Bhakti Prima Yasa, 1997),  hal. 273.
[2] Ibid., hal. 274
[3] A. Khoirun Marzuki, Kiamat: Surga dan Neraka (Yogyakarta: Mitra Pustaka, 1997)
[4] Ahmad Mahmud Sulaiman, Tuhan dan Sains (Jakarta: PT. Serambi Ilmu Semesta, 2001), Hal. 30.
[5] Achmad Baichuni, op. cit.,  hal. 260.
[6] M. Quraish Shihab. Tafsir Al-Misbah: Pesan, Kesan dan Keserasian Al-Qur’an, (Jakarta: Lantera Hati. 2002), hal. 514-515
[7] Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur’an Badan Litbang dan Diklat Kementrian Agama RI, Penciptaan Jagat Raya dalam Perspektif Al-Qur’an dan Sains, (Jakarta: Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur’an, 2010), hal. 134.
[8] Ibid., hal 135.
[9] Ibid.
[10] Stephen Ewing Schneider. Pathways To Astronomy. ( New York: The McGraw-Hill Companies, Inc., 2007), hal. 676.
[11] Fazlur Rahman, Islam, terj. Ahsin Muhamad  (Bandung: Pustaka, 1994), hal 36

[12] Achmad Baiquni, op. cit., h.274